nasional

Eddy Soeparno Terima Dubes UEA, Bahas Perluasan Investasi Energi Terbarukan di Tengah Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 15 April 2026 | 21:57 WIB
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri di Kompleks Parlemen, Jakarta, di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

METRONESIA.ID, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri di Kompleks Parlemen, Jakarta, di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Pertemuan ini menyoroti penguatan kerja sama energi terbarukan kedua negara.

Pertemuan berlangsung di Ruang Nusantara III, Gedung MPR RI, dan turut dihadiri jajaran Kedutaan Besar UEA, di antaranya Kepala Ekonomi Meera AlAzeezi serta Manajer Pengembangan Bisnis Masdar, Marsha Prabandani.

Eddy Soeparno menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi sebelumnya dengan Menteri Energi UEA sekaligus utusan khusus pemerintah UEA untuk Indonesia, Suhail Al Mazrouei, di Abu Dhabi pada Januari 2026.

Menurut Eddy, momentum pertemuan ini juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA. Kedua negara, kata dia, terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam sektor energi terbarukan.

“Kedua negara terus berupaya memperkuat kerja sama dan menindaklanjuti berbagai nota kesepahaman, terutama di bidang pengembangan energi terbarukan,” ujar Eddy.

Ia menambahkan, komitmen UEA terlihat melalui keterlibatan perusahaan energi Masdar dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Cirata, Jawa Barat.

“Saat ini UEA melalui Masdar mengelola proyek panel surya terapung di Cirata yang akan terus diperluas dan berpotensi menjadi yang terbesar di dunia,” katanya.

Eddy menegaskan dukungan terhadap rencana perluasan investasi tersebut sebagai bagian dari penguatan kerja sama bilateral di sektor energi bersih.

Menurut Eddy, rencana ekspansi proyek energi surya di Cirata sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional. Ia menyebut program pengembangan 100 gigawatt (GW) tenaga surya menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempercepat transisi energi terbarukan, termasuk melalui percepatan pembahasan RUU Migas, RUU EBET, dan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan apresiasi atas dukungan MPR RI terhadap berbagai inisiatif investasi UEA di Indonesia.

“Kehadiran kami di MPR merupakan upaya memperkuat kerja sama sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan terhadap keterlibatan UEA dalam transisi energi Indonesia,” kata Abdulla.

Pertemuan antara MPR RI dan perwakilan UEA menegaskan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama energi terbarukan. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lima dekade. ***

Tags

Terkini