METRONESIA.ID, JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tengah menyusun ulang Buku Sejarah MPR sebagai upaya memperkuat pemahaman publik terhadap peran lembaga tersebut. Buku ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Agustus 2026, bertepatan dengan momentum hari jadi MPR.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan penyusunan ulang dilakukan karena buku sejarah sebelumnya yang terbit pada 2006 dinilai belum lengkap.
“Awalnya kita sudah punya buku sejarah yang diterbitkan tahun 2006, tetapi memang belum lengkap dan tidak diteruskan. Dari situlah Pimpinan MPR meminta supaya sejarah ini ditulis kembali dengan berbagai perbaikan,” ujar Siti, Senin (13/4/2026).
Menurut dia, penulisan ulang tidak sekadar melanjutkan edisi lama, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan yang lebih komprehensif agar mampu memberikan gambaran utuh tentang MPR RI.
“Buku sejarah ini sangat penting agar generasi setelah kita mengetahui apa itu MPR,” katanya.
Dalam proses penyusunan, MPR bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang dinilai memiliki kompetensi di bidang sejarah dan kebudayaan.
Kolaborasi ini melibatkan tim dari kedua pihak yang telah bekerja selama beberapa bulan terakhir, termasuk menyusun dan menyepakati poin-poin utama sejarah yang akan dimuat.
Siti memastikan MPR akan mendukung penuh proses penyusunan buku, baik dalam pembentukan tim maupun pembiayaan, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Apabila ada kebutuhan lain dan tidak menyalahi peraturan, tentu akan kami dukung,” ujarnya.
Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi internal, tetapi juga dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai sejarah dan peran MPR RI.
Melalui penyusunan ulang ini, MPR RI menargetkan lahirnya buku sejarah yang lebih lengkap dan mudah dipahami. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik sekaligus menjadi rujukan penting bagi generasi mendatang. ***
Artikel Terkait
Ibas: Lomba Empat Pilar Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Belajar Generasi Muda
Bambang Pacul Tekankan Pentingnya Ingat Sejarah Lewat LCC Empat Pilar
Halal Bihalal Pengprov Terbang Layang Jabar, Perkuat Soliditas dan Target Prestasi Atlet
Muncul di Dokumen Pencairan Dana Proyek Jalan, Sekda Kabupaten Bekasi Diminta Buka Suara
HNW Dorong Generasi Muda Cintai Indonesia Lewat Pemahaman Empat Pilar
Sugiono Terpilih Jadi Ketum IPSI 2026–2030, MPR Harap Bawa Pencak Silat Makin Mendunia
Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional, Soroti Kondisi Darurat Anak
BRI BO Gatot Subroto Salurkan 100 Nasi Boks ke Panti Asuhan Lewat Program Jumat Berkah
Sidang Ijon Proyek: Kesaksian Sugiarto Dibantah Sarjan
Eddy Soeparno Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen pada 2026