METRONESIA.ID, YOGYAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (14/4/2026). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kajian konstitusi serta peningkatan pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Ruang Sidang Datar, Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta. Dokumen kerja sama diteken langsung oleh Siti Fauziah dan Rektor UII Fathul Wahid, disaksikan jajaran pejabat dari kedua institusi.
Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI Heri Herawan, beserta sejumlah pejabat eselon III dan IV. Dari pihak UII, turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Wiryono Raharjo, para dekan, wakil dekan, hingga pimpinan program studi.
Dalam sambutannya, Siti Fauziah menilai kolaborasi ini memiliki nilai strategis untuk mendukung penguatan kajian konstitusi yang saat ini menjadi fokus MPR RI.
“UII memiliki fakultas yang kuat serta pusat studi konstitusi yang relevan dengan kebutuhan MPR. Kolaborasi ini penting untuk mendukung pelaksanaan tugas konstitusional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama tidak hanya terbatas pada kajian akademik, tetapi juga mencakup pengembangan kehumasan serta fasilitas penunjang, termasuk pengelolaan perpustakaan.
Menurut dia, perpustakaan UII dapat menjadi referensi dalam menciptakan ruang literasi yang representatif dan nyaman bagi masyarakat luas.
Selain itu, MPR RI juga membuka peluang bagi mahasiswa UII untuk mengikuti program magang. Mahasiswa nantinya akan memperoleh pemahaman terkait Empat Pilar MPR RI.
Siti Fauziah menekankan pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar di tengah maraknya arus informasi di media sosial. Ia menyoroti masih rendahnya pemahaman generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap konsep dasar kebangsaan.
“Generasi Z termasuk mahasiswa adalah penerus bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap empat pilar harus terus diperkuat melalui berbagai metode,” katanya.
Salah satu metode yang dinilai efektif adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA yang telah dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia.
Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini membuka berbagai peluang, mulai dari riset akademik hingga program magang mahasiswa.
“Kami sangat antusias karena banyak peluang kolaborasi yang terbuka,” ujarnya.
Kerja sama antara MPR RI dan UII diharapkan berjalan berkelanjutan serta menjadi model sinergi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam memperkuat demokrasi dan pemahaman konstitusi di Indonesia. ***