nasional

MPR Susun Ulang Buku Sejarah, Target Rampung Agustus 2026

Senin, 13 April 2026 | 20:35 WIB
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah bersama dengan FIB UI.

METRONESIA.ID, JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tengah menyusun ulang Buku Sejarah MPR sebagai upaya memperkuat pemahaman publik terhadap peran lembaga tersebut. Buku ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Agustus 2026, bertepatan dengan momentum hari jadi MPR.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan penyusunan ulang dilakukan karena buku sejarah sebelumnya yang terbit pada 2006 dinilai belum lengkap.

“Awalnya kita sudah punya buku sejarah yang diterbitkan tahun 2006, tetapi memang belum lengkap dan tidak diteruskan. Dari situlah Pimpinan MPR meminta supaya sejarah ini ditulis kembali dengan berbagai perbaikan,” ujar Siti, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, penulisan ulang tidak sekadar melanjutkan edisi lama, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan yang lebih komprehensif agar mampu memberikan gambaran utuh tentang MPR RI.

“Buku sejarah ini sangat penting agar generasi setelah kita mengetahui apa itu MPR,” katanya.

Dalam proses penyusunan, MPR bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang dinilai memiliki kompetensi di bidang sejarah dan kebudayaan.

Kolaborasi ini melibatkan tim dari kedua pihak yang telah bekerja selama beberapa bulan terakhir, termasuk menyusun dan menyepakati poin-poin utama sejarah yang akan dimuat.

Siti memastikan MPR akan mendukung penuh proses penyusunan buku, baik dalam pembentukan tim maupun pembiayaan, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Apabila ada kebutuhan lain dan tidak menyalahi peraturan, tentu akan kami dukung,” ujarnya.

Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi referensi internal, tetapi juga dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai sejarah dan peran MPR RI.

Melalui penyusunan ulang ini, MPR RI menargetkan lahirnya buku sejarah yang lebih lengkap dan mudah dipahami. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik sekaligus menjadi rujukan penting bagi generasi mendatang. ***

Tags

Terkini