METRONESIA.ID, KABUPATEN BEKASI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi menunggu realisasi forum diskusi bulanan yang telah disepakati bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hingga kini, undangan resmi untuk memulai forum tersebut belum diterima oleh pihak mahasiswa.
Ketua Umum HMI Cabang Bekasi Adhi Laksono Murti mengatakan kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmadja bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang dialog secara rutin dengan mahasiswa, setidaknya satu kali dalam sebulan, sebagai bagian dari penyerapan aspirasi dan fungsi pengawasan.
Namun, menurut Adhi, hingga saat ini forum tersebut belum terealisasi.
“Kesepakatan ini bukan sekadar simbolis. Kami menunggu komitmen itu direalisasikan melalui forum diskusi rutin yang terbuka dan konstruktif,” ujarnya.
Ia menilai forum tersebut penting sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa, sekaligus ruang evaluasi terhadap kebijakan publik di Kabupaten Bekasi.
Selain itu, dalam nota kesepahaman juga disebutkan bahwa pemerintah daerah akan memberikan laporan perkembangan secara berkala kepada perwakilan mahasiswa.
HMI Bekasi menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah. Namun, realisasi komitmen dinilai menjadi kunci agar kesepakatan tidak berhenti di atas kertas.
“Jangan sampai kesepakatan ini hanya menjadi arsip. Kami ingin ada implementasi nyata, dimulai dari undangan diskusi pertama,” kata Adhi.
Dokumen kesepakatan tersebut juga ditandatangani oleh Asisten Daerah I Kabupaten Bekasi Endin Samsudin atas nama Sekretaris Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama antara pemerintah dan mahasiswa.
HMI Cabang Bekasi menegaskan akan terus mengawal realisasi forum diskusi bulanan agar berjalan sesuai kesepakatan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait jadwal pelaksanaannya. ***